Senin, 12 Agustus 2013

for someone right there

Di dalam sebuah tulisan :”)


Mencintai itu memang indah, tapi jauh lebih indah ketika orang yang kita cintai mencintai kita juga. Kalimat ini sama halnya dengan apa yang tertuang dalam diksi kisah ini, sulit namun memang harus berjalan, mungkin takdir telah tertulis begini

Berawal dari sebuah pembicaraan singkat di ujung media sosial yang akhirnya menjadi sebuah rutinitas tak biasa. Kosa kata yang akhirnya membentuk sebuah kalimat selalu datang. Dia mengenalkanku dengan seorang manusia abadi yang menyenangkan. Kata-katanya mengajarkanku atas sebuah kebahagiaan, bukan dengan kesendirian. Segalanya menjadi lebih berwarna ketika pria itu meminta nomorku secara tiba-tiba. aku langsung tak terkendali kala itu, rasanya seperti Ingin berteriak dan menari-nari di antara deru hujan,

Hari itu adalah kamis dengan cinta, bermula saat kau menyapaku melalui sms yang menyebalkan. Aku yang terlalu cemburu hanya bisa mendengus pelan. Lalu ku berikan apa yang kau  minta, setelah itu dering hanphoneku mulai bergetar lagi, tertulis “wonderful man”. Tidakkah kau tau. Kau lah manusia abadi yang menyenangkan itu. Mataku terbelalak tak percaya, tanpa sengaja aku menjawab telphonmu.

Suara favorit itu mengambang di permukaan, terdengar seperti nyanyian kelam di antara kesunyian. kau mulai bercerita, bercerita dengan segala apa adanya, bercerita dengan segala emosi. Hingga aku lupa dengan detik waktu. Ah aku tidak jatuh cinta, sekali lagi aku tidak jatuh cinta dengan manusia yang tak ku tahu seperti apa mata teduhnya. Aku hanya mengerti kalau dirimu adalah sahabatku untuk saat ini dan seterusnya. Takdir tidak mungkin mempersatukan karna masa lalu tidak memudahkan.

kau menghubungiku lebih rutin dari pada biasanya, suaramu di ujung telfon kerap kali membuatku tersenyum sendiri, aku tidak mengerti mengapa seperti ini. yang ku tahu kau aneh dan menyebalkan, memudahkan sesuatu tanpa alasan, bersikap sesuka hati, tidak mengerti perasaan wanita, namun begitu lucu dan humoris. Ya, seperti itu lah dirimu. Bukankah sepadan dengan julukan yang ku buat untukmu? “Manusia menyenangkan yang abadi”

Hari-hari seperti tidak kelihatan wujudnya ketika ku lewati apapun denganmu, kau cukup hebat dalam argumentasi. kau pernah berkata kalau kekasih lamamu tak bisa terkalahkan dalam argumentasi. memang benar, namun sayangnya dia pernah ku kalahkan. Dan aku sulit untuk mengalahkanmu. Jika kau yakin pada dirimu, kau bisa melakukannya. Tentu saja lebih hebat darinya. Satu dari argumen yang masih ku ingat
kau pernah berkata “kau bilang hidup ini harus di nikmati.dengan itu lah ku nikmati hidupku”

Aku menjawab “memang benar. Namun bukan dengan cara seperti itu”
“setiap orang punya pendapat yang berbeda. Kalau semua orang punya pendapat yang sama, bukan hidup namanya” kau berkata dengan semangat
“ah tidak juga, setiap orang memang memiliki pendapat yang berbeda. Namun tujuannya sama” aku berkata sambil mengakhiri argumenmu.

“wanita jatuh cinta pada percakapan pertama” mungkin untaian kalimat itu benar adanya, aku telah membuktikan dengan jelas. Ternyata aku mulai mencintai mu, walau hanya dengan perantara di ujung telphone. Cinta tidak membutuhkan sesuatu yang nyata jika ternyata maya bisa menyentuhnya. Cinta tidak mesti memiliki, jika dia bahagia dengan jalannya. karna cinta mengalir dengan segala apa yang ada di setiap hatinya.

Cinta juga mengajarkanku dengan ketergantungan, pengorban dan dengan kerinduan tentunya. Di setiap malam sebelum mimpi menjemputku, aku selalu membaca sms singkatmu satu per satu. kau bilang kalau kau menyayangiku, kau juga bilang kalau kau juga merindukanku.namun batin selalu punya cara yang benar, jiwaku berkata kalau kau tidak benar-benar menginginkanku untuk ada dalam kisah hidupmu.
kau masih mencintai kekasih lama mu yang ternyata adalah sahabatku sendiri. Bagaiman lagi harus ku ungkapkan kalau aku benar-benar cemburu? Seseorang yang telah mengusirmu dari hidupnya dan memilih pria lain sebagai gantinya, Namun tetap saja kau masih menyayanginya. aku mengerti bagaimana menjadi dirimu. Melupakan seseorang bukanlah perkara yang mudah

Tidakkah kau tahu aku hanyalah wanita biasa yang sebenarnya ingin kau anggap keberadaanya? Yang ingin kau sayangi dengan sepenuhnya, yang ingin kau rindu dengan segala sanubarimu, dan aku akan menjadi kekasih yang memberi perhatian sepenuhnya. Walau aku dan kau di persatukan dari sebuah efek maya. Bukankah aku telah berkata, kekasih itu sebenarnya seperti sahabat? Dan kita bisa menjalinnya seperti sahabat J
Semakin lama, perasaan ini tak tentu arah. Dia menginginkanmu, terlebih seutuhnya. Namun bagaimana harus ku ungkapkan lagi? Aku tak mengerti dengan jalan fikiranku sendiri, sahabatku adalah wanita yang dulu pernah menjadi kekasihmu, wanita yang kau bilang masih juga menyayangimu. Haruskah aku merebutmu darinya?  Coba jelaskan. Apakah perasaan ini salah?

Sudah banyak pria yang hadir di persinggahan namun tak ada yang sepertimu, yang berani tantangan sepertimu, yang menceritakan kisah konyolnya kepadaku. Jangan kau anggap aku wanita pemilih. Hatiku lah yang suka memilih, dan dia telah memilihmu, walaupun tanpa ragamu. Bisakah kau mencintaiku seperti aku mencintaimu? Ah aku lupa, kau masih mencintai sahabatku dan aku yang salah dengan perasaan ini:’)
Aku tidak berhak atas apapun dari dirimu, tak berhak untuk cemburu dan menginginkanmu sesukaku, karna aku bukan bagian dari kisahmu. Takdir ku juga tak sempurna seperti kisah cinderella yang akhirnya bahagia, namun sebagian kisahnya ada pada kisah kita. Aku hanyalah cinderella yang kehilangan sepatu kacanya. Hingga kau datang memperlihatkanku lagi dengan sepatu kacaku