Di dalam
sebuah tulisan :”)
Mencintai itu memang indah, tapi jauh lebih
indah ketika orang yang kita cintai mencintai kita juga. Kalimat ini sama
halnya dengan apa yang tertuang dalam diksi kisah ini, sulit namun memang harus
berjalan, mungkin takdir telah tertulis begini
Berawal dari sebuah pembicaraan singkat di
ujung media sosial yang akhirnya menjadi sebuah rutinitas tak biasa. Kosa kata
yang akhirnya membentuk sebuah kalimat selalu datang. Dia mengenalkanku dengan
seorang manusia abadi yang menyenangkan. Kata-katanya mengajarkanku atas sebuah
kebahagiaan, bukan dengan kesendirian. Segalanya menjadi lebih berwarna ketika
pria itu meminta nomorku secara tiba-tiba. aku langsung tak terkendali kala
itu, rasanya seperti Ingin berteriak dan menari-nari di antara deru hujan,
Hari itu adalah kamis dengan cinta, bermula
saat kau menyapaku melalui sms yang menyebalkan. Aku yang terlalu cemburu hanya
bisa mendengus pelan. Lalu ku berikan apa yang kau minta, setelah itu dering hanphoneku mulai
bergetar lagi, tertulis “wonderful man”. Tidakkah kau tau. Kau lah manusia
abadi yang menyenangkan itu. Mataku terbelalak tak percaya, tanpa sengaja aku
menjawab telphonmu.
Suara favorit itu mengambang di permukaan,
terdengar seperti nyanyian kelam di antara kesunyian. kau mulai bercerita,
bercerita dengan segala apa adanya, bercerita dengan segala emosi. Hingga aku
lupa dengan detik waktu. Ah aku tidak jatuh cinta, sekali lagi aku tidak jatuh
cinta dengan manusia yang tak ku tahu seperti apa mata teduhnya. Aku hanya
mengerti kalau dirimu adalah sahabatku untuk saat ini dan seterusnya. Takdir tidak mungkin mempersatukan karna
masa lalu tidak memudahkan.
kau menghubungiku lebih rutin dari pada
biasanya, suaramu di ujung telfon kerap kali membuatku tersenyum sendiri, aku
tidak mengerti mengapa seperti ini. yang ku tahu kau aneh dan menyebalkan,
memudahkan sesuatu tanpa alasan, bersikap sesuka hati, tidak mengerti perasaan
wanita, namun begitu lucu dan humoris. Ya, seperti itu lah dirimu. Bukankah
sepadan dengan julukan yang ku buat untukmu? “Manusia menyenangkan yang abadi”
Hari-hari seperti tidak kelihatan wujudnya
ketika ku lewati apapun denganmu, kau cukup hebat dalam argumentasi. kau pernah
berkata kalau kekasih lamamu tak bisa terkalahkan dalam argumentasi. memang
benar, namun sayangnya dia pernah ku kalahkan. Dan aku sulit untuk
mengalahkanmu. Jika kau yakin pada dirimu, kau bisa melakukannya. Tentu saja
lebih hebat darinya. Satu dari argumen yang masih ku ingat
kau pernah berkata “kau bilang hidup ini
harus di nikmati.dengan itu lah ku nikmati hidupku”
Aku menjawab “memang benar. Namun bukan
dengan cara seperti itu”
“setiap orang punya pendapat yang berbeda.
Kalau semua orang punya pendapat yang sama, bukan hidup namanya” kau berkata
dengan semangat
“ah tidak juga, setiap orang memang
memiliki pendapat yang berbeda. Namun tujuannya sama” aku berkata sambil
mengakhiri argumenmu.
“wanita jatuh cinta pada percakapan
pertama” mungkin untaian kalimat itu benar adanya, aku telah membuktikan dengan
jelas. Ternyata aku mulai mencintai mu, walau hanya dengan perantara di ujung
telphone. Cinta tidak membutuhkan sesuatu yang nyata jika ternyata maya bisa
menyentuhnya. Cinta tidak mesti memiliki, jika dia bahagia dengan jalannya.
karna cinta mengalir dengan segala apa yang ada di setiap hatinya.
Cinta juga mengajarkanku dengan
ketergantungan, pengorban dan dengan kerinduan tentunya. Di setiap malam
sebelum mimpi menjemputku, aku selalu membaca sms singkatmu satu per satu. kau
bilang kalau kau menyayangiku, kau juga bilang kalau kau juga
merindukanku.namun batin selalu punya cara yang benar, jiwaku berkata kalau kau
tidak benar-benar menginginkanku untuk ada dalam kisah hidupmu.
kau masih mencintai kekasih lama mu yang
ternyata adalah sahabatku sendiri. Bagaiman lagi harus ku ungkapkan kalau aku
benar-benar cemburu? Seseorang yang telah mengusirmu dari hidupnya dan memilih
pria lain sebagai gantinya, Namun tetap saja kau masih menyayanginya. aku
mengerti bagaimana menjadi dirimu. Melupakan seseorang bukanlah perkara yang
mudah
Tidakkah kau tahu aku hanyalah wanita biasa
yang sebenarnya ingin kau anggap keberadaanya? Yang ingin kau sayangi dengan
sepenuhnya, yang ingin kau rindu dengan segala sanubarimu, dan aku akan menjadi
kekasih yang memberi perhatian sepenuhnya. Walau aku dan kau di persatukan dari
sebuah efek maya. Bukankah aku telah berkata, kekasih itu sebenarnya seperti
sahabat? Dan kita bisa menjalinnya seperti sahabat J
Semakin lama, perasaan ini tak tentu arah.
Dia menginginkanmu, terlebih seutuhnya. Namun bagaimana harus ku ungkapkan
lagi? Aku tak mengerti dengan jalan fikiranku sendiri, sahabatku adalah wanita
yang dulu pernah menjadi kekasihmu, wanita yang kau bilang masih juga
menyayangimu. Haruskah aku merebutmu darinya?
Coba jelaskan. Apakah perasaan ini salah?
Sudah banyak pria yang hadir di
persinggahan namun tak ada yang sepertimu, yang berani tantangan sepertimu,
yang menceritakan kisah konyolnya kepadaku. Jangan kau anggap aku wanita
pemilih. Hatiku lah yang suka memilih, dan dia telah memilihmu, walaupun tanpa
ragamu. Bisakah kau mencintaiku seperti aku mencintaimu? Ah aku lupa, kau masih
mencintai sahabatku dan aku yang salah dengan perasaan ini:’)
Aku tidak berhak atas apapun dari dirimu,
tak berhak untuk cemburu dan menginginkanmu sesukaku, karna aku bukan bagian
dari kisahmu. Takdir ku juga tak sempurna seperti kisah cinderella yang
akhirnya bahagia, namun sebagian kisahnya ada pada kisah kita. Aku hanyalah
cinderella yang kehilangan sepatu kacanya. Hingga kau datang memperlihatkanku
lagi dengan sepatu kacaku